Santa Claus - Busy Facts of Japan

Cute Animation

Time

My Playlist

Pages

Cerpen Mini



Hai minna-san! Sekali-sekali nikmati cerpen mini buatanku ya hehe.

Cerpen I
Bukan Milikku
Kugenggam erat-erat tangannya.  Hari ini adalah terakhir kalinya aku bisa bertemu dengannya. Terakhir kali aku bisa menatap wajahnya secara langsung. Terakhir kali aku bisa bersama dengannya. Waktu bergulir dengan cepat dan aku tau itu berarti waktuku bersama dengannya semakin sedikit. Aku tidak rela, sungguh tidak rela. Tapi apa daya, aku tidak punya keberanian untuk menahannya untuk tetap di sisiku. Aku hanya bisa berharap, dia mau bertahan di sini. Di sisiku.
Ah. Bodohnya aku. Bahkan, untuk sekedar membalas genggamanku saja dia tidak cukup yakin. Sudahlah, aku harus berhenti berharap. Besok, dia bukan lagi milikku. Akan tetapi milik gadis pilihan orangtuanya.



Cerpen II
Sahabat Sejati
Narita berlari menghampiriku. Hari ini kami berencana menonton film favorit kami bersama.  Seharusnya, momen ini menjadi momen yang sangat menyenangkan. Tapi bahkan aku tidak merasa antusias menonton film. Aku terlalu kalut memikirkan kepindahan Narita.
Narita, sahabatku sejak kecil, tiba-tiba harus pindah mengikuti orangtuanya. Dan inilah hari terakhirku bisa bersenang-senang bersamanya. Tapi, bagaimana bisa aku merasa senang kalau sahabat terbaikku akan pergi jauh?
Air mataku menetes. Aku sedih. Teramat sangat. Narita juga tak kuasa menahan airmatanya, tapi ia lebih bisa menahan diri. Dia meyakinkanku bahwa sejauh apapun jarak kami, tapi hati kami tetap bersatu. Sahabat sejati  tak akan  terpisahkan oleh  jarak. 




    By : Yuni Puspita Ananda (@yunipananda)

Sekolah Jepang Part II


      Konbanwa minna-san :D Nggak terasa ya udah 6 bulan saya nggak ngpost hehe.. Saya terlalu sibuk selama 6 bulan ini #plak :P  Pasti pada penasaran kan sama lanjutan "Sekolah Jepang" di postingan sebelumnya? :D Oke kita lanjutkan..


      Kalau di postingan sebelumnya saya membahas mengenai gedung sekolah di Jepang, sekarang poin berikutnya adalah seragam sekolah nya. Seragam Jepang disebut sebagai Seifuku.
      Seragam sekolah di Jepang sangat beragam desainnya dikarenakan setiap sekolah memiliki ciri tersendiri yang dituangkan dalam seragamnya, selain itu Jepang adalah negara 4 musim sehingga setiap sekolah membuat peraturan untuk setiap siswanya untuk mengganti seragamnya setiap pergantian musim. Nah, nggak usah heran lagi deh kenapa seragam sekolah di sana banyak banget macamnya. Oke nggak usah berlama-lama lagi, mari kita bahas seragam sekolah di Jepang :D


       Kalau ditanya seragam seperti apa yang menjadi ciri khas sekolah Jepang, sebagian besar pasti menunjuk seragam sailor sebagai ciri khas seragam sekolah Jepang. Tidak mengherankan karena banyaknya anime dan dorama yang menampilkan seragam sailor. Bagaimana sih wujud dari seragam sailor itu sendiri? Ini dia ..


Cute banget ya seragam sailor ini :D 

      Seragam sailor ternyata mempunyai nilai historis tersendiri, lho. Seragam ini sudah ada sejak lama dan dipelopori oleh seorang kepala sekolah Fukuoka jo Gakuen yaitu Ibu Elizabeth Lee. Pada masa itu, anak-anak perempuan memakai kimono ke sekolah dan beliau mendapat ide untuk membuat model seragam seperti seragamnya ketika ia sekolah di Inggris yang seragamnya seperti pelaut, yaitu seragam sailor tersebut.
    Pada 1918, Elizabeth Lee meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi untuk menjahitkan pakaian atasan untuk siswi-siswinya. Kemudian karena masih sulitnya siswi bergerak dengan rok lurus panjang, maka dibuatlah rok pendek berlipit yang terinspirasi dari gorden. Dan biasanya retsletingnya terletak di samping rok.
       Dalam berseragam sailor, ada beberapa kelengkapannya yaitu dengan memakai dasi seperti dasi pramuka atau scarf (gambar kiri) atau bisa juga dengan dasi kupu-kupu dengan motif bebas tergantung sekolahnya.


Keren ya cowok-cowoknya gakurannya :D
    Jika siswinya menggunakan sailor maka siswanya menggunakan Gakuran. Kata gakuran berasal dari kata gaku yang berarti belajar/murid dan ran artinya negara barat. Gakuran mirip seperti pakaian militer pada jaman dulu. Ciri khas dari gakuran adalah kerahnya yang tegak dengan kancing berwarna emas. Umumnya berwarna hitam secara keseluruhan pada atasan, celana, maupun ikat pinggang dan sepatunya bermodel seperti sneakers. Selain itu seringkali terdapat pin atau badge di bagian kerahnya. Oh ya, sebelum memakai gakuran, siswa memakai kemeja terlebih dahulu baru kemudian gakurannya dan lengan gakuran lebih pendek daripada lengan kemeja sehingga lengan kemeja dapat terlihat.

       Seiring berkembangnya jaman, seragam di Jepang semakin beragam dan modern. Model lama seperti sailor dan gakuran pun dikembangkan sedemikian rupa menjadi lebih eye catching dan sesuai dengan trend jaman sekarang. Tapi ada juga sekolah yang tidak menggunakan seragam sailor dan gakuran lagi, tetapi berganti menjadi  lebih modern yaitu blazer. Siswa yang menggunakan blazer terlihat lebih modis dan keren (apalagi cowoknya).


Nah, setuju kan kalo siswa-siswi yang menggunakan blazer terlihat modis? hehe..

       Ciri khas dari seragam blazer adalah pastinya mereka menggunakan blazer di luar kemeja yang pada umumnya berwarna putih sedangkan warna blazer tergantung sekolahnya, ada yang berwarna abu-abu, hitam, atau cokelat. Kemudian, dasinya menjadi elemen yang sangat penting dan lebih cocok jika dasi panjang tetapi banyak juga yang menggunakan dasi kupu-kupu untuk siswinya. Pada umumnya, siswa yang berseragam blazer, kemejanya dimasukan sehingga ketika blazer tidak dikancingkan pun akan tetap terlihat rapi dan elegan. Tetapi jika blazer dikancingkan pun, kancingnya hanya ada 2-3 kancing dan bagian bawahnya dibiarkan agak terbuka agar tetap terlihat elegan.


       Selain itu masih ada beberapa model seragam Jepang yang biasa dipakai siswa-siswi di Jepang tetapi seragam-seragam tersebut adalah pengembangan dari seragam-seragam yang dibahas sebelumnya.


       Salah satunya adalah seragam dengan sweater. Gaya berpakaian dengan blazer bisa diganti dengan sweater yang kesannya menjadi lebih simpel, santai, dan (menurut saya pribadi)  terlihat lebih cocok untuk remaja karena simpelnya itu.





       Gaya berpakaian seragam dengan sweater tidak terlalu banyak perbedaan dengan seragam dengan blazer. Bedanya, pada seragam dengan sweater, untuk siswi dasinya lebih cocok dengan dasi kupu-kupu sedangkan untuk siswa tetap lebih cocok dasi panjang.


       Selain itu ada lagi model seragam dengan rompi tapi sepertinya model ini kurang digemari seperti blazer atau sweater. Sebenarnya model ini cukup banyak digunakan tetapi sepertinya lebih sering digunakan oleh siswi karena modelnya yang manis dan menonjolkan sisi cute si pemakai.
Manis ya :)
       Dan satu lagi ada seragam yang kadar manisnya nomor 1 hehe. Seragam ini sebenarnya mirip seperti seragam sailor hanya saja modelnya seperti dress. Bajunya berupa baju terusan, tidak terpisah antara atasan dan rok. Biasanya seragam model ini dipakai di sekolah khusus perempuan. Untuk jenis bajunya sendiri saya kurang mengerti tapi model ini banyak digemari para otaku :P
Feminin banget :D
        Seragam-seragam di atas pada umumnya digunakan untuk sekolah tingkat SMP dan SMA, sedangkan SD menggunakan pakaian bebas. Seragam di TK bermacam-macam juga, ada yang sailor tapi pada umumnya baju berlengan panjang (gambar kanan) dan dilengkapi dengan topi serta tas berwarna kuning. Atau ada juga yang menggunakan kemeja biasa serta celana/rok tetapi disertai suspender sebagai pengganti ikat pinggang (gambar kiri).


 






       Oh ya, kembali menyinggung masalah musim. Seragam-seragam di atas digunakan sesuai musimnya.


1. Musim panas.
    Pada musim panas, seragam yang digunakan adalah pakaian berlengan pendek, tipis, tanpa dasi, rok pendek, modelnya tergantung sekolahnya. Dari model-model seragam di atas yang paling cocok mungkin seragam sailor. Sailor yang digunakan adalah yang berwarna terang seperti putih dan dasinya adalah dasi kupu-kupu.


2. Musim gugur.
    Pada musim gugur, seragam mulai tertutup karena suhu yang mulai menurun. Siswa-siswi pada umumnya menggunakan seragam seperti sweater, rompi atau blazer.


3. Musim dingin.
    Pada musim dingin, di Jepang suhunya sangat rendah maka gaya berseragam siswa-siswi Jepang agak tertutup. Yang paling sering adalah blazer selain modis dan elegan, modelnya yang tertutup jelas lebih cocok untuk musim ini. Sailor juga sering digunakan tapi lebih sering menggunakan scarf. Dan untuk siswinya, panjang roknya lebih panjang dari rok musim panas.


4. Musim Semi.
    Musim Semi adalah musim paling ideal di mana suhunya sejuk. Pada musim ini semua seragam cocok saja digunakan tergantung selera. Terlebih yang saya ketahui, cara berpakaian di sekolah tidak dijadwalkan sehingga siswa dan siswinya bisa saja memakai seragam yang berbeda-beda.


        And next.. Bahasan mengenai seragam belum selesai lho. Selain seragam formal, ada juga seragam olahraga. Seragam olahraga di Jepang pada umumnya seperti baju training.





     Atau ada juga yang menggunakan bulma yaitu celana olahraga yang sangat pendek.




       Renang adalah salah satu olahraga yang menjadi budaya sekolah di Jepang. Bahkan ada seragam renang tersendiri bagi siswa-siswinya. Model seragam renang sederhana dan biasanya ada semacam name tag di dadanya.


Manekin aja ya :P

       Hmm, rasanya nggak lengkap ya kalo seragam tanpa atribut-atributnya. Selanjutnya kita bahas atributnya, yuk.


1. Topi.
    Topi adalah salah satu atribut penting dalam seragam. Kalo di Indonesia topi sekolah memiliki bentuk yang sama dari SD, SMP, maupun SMA, hanya warnanya saja yang menunjukkan tingkatan. Sedangkan di Jepang ada beragam bentuk sesuai tingkatan dan jenis seragam yang dipakainya.


Topi siswa-siswi TK sekolah Jepang

Topi ini digunakan saat memakai seragam Gakuran


Topi baret digunakan oleh siswi


2. Dasi
    Dasi pada sekolah Jepang sangat beragam, dari segi warna dan bentuk. Ada juga yang menggunakan scarf yaitu pada seragam sailor.


Dasi kupu-kupu cocok untuk seragam dengan sweater

Scarf untuk seragam sailor

Dasi ini cocok untuk blazer


3. Kaos kaki.
    Kaos kaki di sekolah Jepang umumnya sangat panjang sampai hampir selutut berwarna putih atau hitam. Bahkan pada akhir tahun '90-an terkenal dengan kaos kaki longgarnya yanag disebut loose shocks.


Loose Socks

kaos kaki yang trend saat ini




4. Sepatu.
    Sepatu sekolah di Jepang biasanya didapat dari sekolahnya, bukan membeli sendiri di luar sekolah sehingga seluruh siswa memakai sepatu yang sama tepatnya adalah uwabaki. Dari rumah siswa menggunakan sepatu bebas tetapi sesampainya di sekolah mereka menggantinya dengan uwabaki.


Uwabaki
5. Tas.
    Tas sekolah di Jepang sama halnya dengan sepatunya yang didapat dari sekolah sehingga setiap siswa memiliki tas yang sama. Biasanya siswa-siswi (terutama siswi) suka memasang gantungan kunci di tasnya dengan gantungan kunci yang imut-imut.


Randoseru, umumnya digunakan siswa SD

Umumnya digunakan siswa SMA




       Nah, udah liat kan gimana beragamnya seragam dan atribut di sekolah Jepang? Berharap banget Indonesia bisa punya seragam yang manis dan keren kayak di sana sekalian atributnya yang manis dan keren, tapi apa daya Indonesia cuma punya 2 musim yang nggak terlalu berpengaruh karena Indonesia selalu panas.. Hehehe..
Okay, sampe sini dulu, ya. Pengenalan tentang sekolah Jepang belum berakhir, lho! Jadi, tunggu ya kemunculan postingan berikutnya :D


See yaa ^_^

Sekolah Jepang Part I


Konnichiwa minna-san!! Ogenki desu ka? hehehe ^_^
Sore semuanya!! Apa kabar nih?

      Setelah sekitar 1,5 bulan nggak bikin postingan, sekarang saya akan melanjutkan dengan postingan ke-5 yaitu tentang sekolahan di Jepang. Apa ya kira-kira hal-hal seputar sekolahan di Jepang? Nah, saya akan membahas semuanya di sini, mulai dari gedung sekolah yang khas Jepang, seragamnya yang beragam dan menarik, kegiatan belajar mengajarnya yang beda banget dengan sekolah di Indonesia, kegiatan sekolah di luar jam pelajaran, dan lain-lainnya deh. Nah, mari kita mulai dari gedung sekolah.

Gedung sekolah

      Lingkungan sekolah di Jepang pada umumnya sangatlah luas dan memiliki fasilitas lengkap, dari masalah gedung dan lapangannya. Begitu memasuki gerbang sekolah, kita akan dihadapkan pada pintu utama di mana di dalamnya terdapat banyak loker di sana. Inilah salah satu ciri khas yang sangat saya sukai dari sekolah di Jepang yang saya harap bisa diterapkan di Indonesia.
Siswa mengganti sepatunya dengan uwabaki.

      Yang pertama kali dilakukan oleh siswa-siswi adalah menghampiri lokernya dan mengganti alas kaki yang mereka gunakan untuk perjalanan dari rumah ke sekolah menjadi sandal khusus untuk di dalam bangunan sekolah yang dinamakan uwabaki. Uwabaki ini pada umumnya berwarna dominan putih dan menurut saya pribadi uwabaki berbentuk seperti sepatu keds tanpa tali atau mungkin juga sepatu suster yang bentuknya flat.


         Setelah mengganti alas kakinya, mereka berjalan menuju ruang kelas melalui koridor. Nah, ciri khas dari koridor di sekolah Jepang bahwa koridor terletak di dalam bangunan yang kanan dan kirinya dalah ruangan bukan seperti di Indonesia yang koridornya mirip seperti teras dan pada umumnya di kanan adalah ruangan dan di kiri adalah lapangan atau sebaliknya. Dibuat begitu karena di Jepang memiliki 4 musim sehingga dengan adanya koridor dalam seperti itu siswa-siswi tidak akan terpengaruh oleh cuaca terutama musim dingin.






        Setelah melewati koridor, mereka telah sampai di ruang kelas mereka dan memasuki kelas mereka yang berpintu geser itu dan kemudian meletakkan tas mereka di atas meja yang telah ditentukan di awal semester sebagai tempat duduk mereka selama sekitar 1 semester ke depan.

      Di dalam kelas di sekolah Jepang sangatlah berbeda dengan keadaan kelas di Indonesia. Pada umumnya, kelas di Jepang hanya berisikan 20-30 orang siswa saja sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dengan jumlah siswa yang lebih sedikit dalam satu kelas. Dengan sedikitnya jumlah siswa per kelasnya, maka jumlah kelas per angkatannya pun menjadi lebih banyak, bisa sampai 10 kelas dalam satu angkatan. Karena itu lah, sekolah Jepang sangat besar.


         Di awal tahun ajaran baru, biasanya diadakan upacara yang diikuti oleh seluruh siswa di sekolah terutama siswa kelas 1 yang baru saja diterima di sekolah tersebut yang disebut nyuugaku shiki atau Upacara Penerimaan Siswa Baru. Upacara ini dilakukan tidak di lapangan melainkan di dalam ruangan aula yang dapat menampung seluruh siswa dan guru. Biasanya, siswa dengan nilai tertinggi di ujian masuk akan diminta mewakili teman-temannya untuk berpidato di depan podium. Upacara di Jepang tidak terlalu sering dilakukan, umumnya hanya ketika awal tahun ajaran baru, hari penting, dan kelulusan.



Selain itu, seperti layaknya sekolah di sini, di Jepang juga pastinya ada tempat untuk berolahraga. Hanya saja bedanya Jepang lebih memadai daripada Indonesia. Di sekolah Jepang terdapat ruangan khusus sebagai ruang olahraga di mana ruangan tersebut dipakai untuk olahraga semacam basket atau senam lantai sedangkan jika olahraganya berupa atletik seperti berlari atau sepak bola akan dilakukan secara outdoor di lapangan luar gedung.
Ruang olahraga
Lapangan olahraga

          Olahraga di sekolah Jepang tidak hanya terbatas pada olahraga darat tetapi juga ada pelajaran renang yang cukup rutin dilakukan. Pada umumnya, sekolah di Jepang memiliki fasilitas kolam renang sendiri di dalam lingkungan sekolah, tetapi ada juga yang belum memilikinya walaupun sebagian besar sudah memilikinya. Selain itu, renang juga menjadi salah satu ekstrakurikuler yang digemari dan memiliki banyak peminat di sekolah-sekolah dan sering juga sekolah-sekolah di Jepang mengikuti lomba-lomba dalam bidang renang.

     Fasilitas penting lain dari sebuah sekolah adalah perpustakaan. Keberadaan perpustakaan sangatlah diperlukan dalam proses pendidikan. Nah, yang menarik dari sekolah Jepang adalah besarnya ruangan perpustakaan tersebut padahal perpustakaan itu hanya untuk sebuah sekolah. Perpustakaan sekolah di Jepang dilengkapi dengan rak-rak buku besar yang berjejer rapi yang pada umumnya membentuk barikade. Buku-buku yang ada tersusun secara rapi sesuai abjad dan kategori buku. Para siswa yang ingin berada di perpustakaan pun bisa menikmati fasillitas yang ada dengan santai dan tenang karena peraturan yang ada di sana akan selalu dijunjung tinggi oleh mereka sendiri sehingga jika ada yang berisik di dalam perpustakaan makanya petugas akan menegur dan orang yang membuat keributan akan segera menyadari kesalahannya.
Perpustakaan Sekolah Menengah Atas

Perpustakaan Sekolah Dasar
        Walaupun siswa di Jepang juga banyak yang nakal dan suka membuat onar, tapi bisa dikatakan di sana lebih disiplin sehingga mereka akan menyadari untuk tidak berisik di dalam perpustakaan dan mengembalikan buku yang mereka baca atau mereka pinjam ke tempat semula.

       And the last but not least, atap sekolah! Ya, mungkin bagi yang belum tau akan merasa aneh mengapa atap sekolah menjadi sesuatu yang spesial di dalam gedung sekolah.
     Atap gedung di sekolah bukanlah atap dengan genteng atau semacamnya melainkan sebuah ruang terbuka yang hanya terdapat tangki air dan semacamnya. Di sekeliling atap dipasangi kawat berjaring-jaring sebagai pengaman atau sekarang banyak yang dipasangi dengan tembok tinggi.


        Nah, yang menjadikan atap sekolah menjadi sesuatu yang tidak biasa adalah bahwa banyak siswa yang menyukai atap untuk dijadikan tempat beristirahat atau menyendiri. Di drama Jepang atau manga, atap seringkali digunakan untuk membolos *jangan diikutin ya!* dan menyendiri di sana. Pada jam istirahat, atap sekolah juga suka dipakai sebagai lokasi makan siang para siswa.
        Itulah mengapa atap sekolah menjadi spesial, karena atap sekolah tidak seramai di bagian-bagian lain di dalam sekolah dan beberapa siswa bisa merasa mendapatkan privasinya di sana.




http://edukasi.kompasiana.com/2010/01/27/sekolah-di-jepang-seri-3/
http://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi

Perolehan Medali akhir SEA Games 2011



CountryOverall Medal
   Indonesia
182
151
143
476
   Thailand
109
100
120
329
   Vietnam
96
92
100
288
   Malaysia
59
50
81
190
   Singapore
42
45
73
160
   Philippines
36
56
77
169
   Myanmar
16
27
37
80
   Lao PDR
9
12
36
57
   Cambodia
4
11
24
39
   Timor Leste
1
1
6
8
   Brunei Darussalam
0
4
7
11
         Grand Total
554
549
704
1807



Sumber: www.seag2011.com

Newton's Cradle

STARDOLL